6 Prospek Kerja untuk Jurusan Agroteknologi yang Menguntungkan

6 Prospek Kerja untuk Jurusan Agroteknologi yang Menguntungkan

6 Prospek Kerja untuk Jurusan Agroteknologi yang Menguntungkan – Jurusan Agroteknologi adalah salah satu disiplin wild bandito rupiah ilmu dalam lingkup pertanian yang berfokus mempelajari pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian, hortikultura dan budidaya perairan yang dapat meningkatkan hasil yang berkualitas dan efisien. Dengan kata lain, jurusan agroteknologi mengacu pada penggunaan dan peningkatan teknologi untuk produktivitas, hasil dan kualitas di bidang pertanian. Sektor ini ikut berkembang karena kemajuan teknologi yang begitu pesat. Dengan agroteknologi, sebagian besar proses, teknik, dan teknologi telah meningkat pesat. Agrotech bisa dibilang menjadi dasar praktik pertanian modern yang memungkinkan sektor pertanian juga berkembang untuk memanfaatkan efisiensi yang mulai terwujud. Tak heran jika peminat jurusan ini setiap tahunnya semakin meningkat.

Pada dasarnya, jurusan Agroteknologi memberikan kamu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis pertanian dan pertanian, atau untuk bekerja di bidang-bidang seperti penjualan pertanian, produksi makanan, dan jurnalisme pertanian. Kamu akan akan belajar tentang cara mengelola tanaman, lahan, hama, dan ekosistem, dengan upaya untuk menghasilkan produk yang aman dan berdaya saing. Selain itu, kamu juga akan mempelajari berbagai permasalahan di bidang pertanian, pembenihan, dan perkebunan. Dengan berkuliah di jurusan ini, maka kamu akan disiapkan untuk bersaing di era industri 4.0 sehingga mampu membantu sektor pertanian menghasilkan produk-produk unggulan.

Beberapa mata kuliah yang akan kamu jumpai di Jurusan Agroteknologi antara lain mata kuliah dasar seperti Biologi, Fisika, Kimia, Ekologi, Pengantar Ilmu Pertanian dan yang lainnya. Setelah beberapa semester spaceman kamu akan masuk ke mata kuliah yang lebih dalam seperti Sistem Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Pasca Panen, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Perlindungan Tanaman, Teknologi Pembenihan, Kesuburan Tanah,, dan masih banyak lagi.

Prospek Kerja Jurusan Agroteknologi

Jurusan ini cocok untukmu yang mencintai alam dan peduli terhadap kelestarian lingkungan, . Lulusannya dapat bekerja di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga menjadi Fasilitator pemberdaya masyarakat (LSM) di bidang agribisnis atau pertanian. Berikut beberapa diantara prospek kerja lainnya:

Instansi Pemerintahan

Lulusan Jurusan Agroteknologi juga dapat bekerja di Kementerian Perdagangan, ataupun berbagai sektor pekerjaan di BUMN. Selain itu, kamu juga dapat bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS), Koperasi, Badan Urusan Logistik (Bulog), Koperasi Unit Desa, pemetaan nasional (Nasional BPN), Badan Pertahanan Nasional (BPN), juga Badan Perencanaan dan juga Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Pada BAPPEDA Lulusan Agroteknologi berkontribusi mengedukasi masyarakat luas mengenai cara mengelola pertanian, perkebunan dan juga ladang yang baik. Dengan menjadi petugas BAPPEDA kamu telah turut mensejahterakan rakyat.

Selain itu Lulusan Agribisnis juga dapat bekerjaa di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang merupakan suatu Eselon I di Kementerian Pertanian dengan tugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya, Badan Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi:

  • Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian
  • Pelaksanaan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian
  • Penyebarluasan hasil penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang pertanian
  • Pelaksanaan administratif Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  • Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kementrian.

Perusahaan Perkebunan dan Pupuk

Selain menjadi pengelola perkebunan kamu juga bisa bekerja pada perusahaan perkebunan mengingat bayaknya perusahaan perkebunan di Indonesia, Dimana tugasnya adalah meneliti, merawat dan melakukan inovasi- inovasi mengenai tanaman. Selain di perkebunan, dan pertanian lulusan Agroteknologi juga dapat bekerja di perusahaan pupuk. Indonesia memiliki banyak sekali perkebunan yang otomatis memerlukan pupuk sebagai penunjang hasil tanamananya. Kamu bisa menempati posisi sebagai petugas manajerial atau petugas operasional perusahaan.

Jurnalis Agroteknologi

Jika memiliki kemampuan menulis dan berniat membagikan ilmu yang kamu miliki ke masyarakat luas, maka menjadi seorang penulis cocok untukmu. Prospek kerja ini cukup menjanjikan di era digital seperti sekarang. Kamu dapat membuat buku tentang pengetahuan Agroteknologi dari sudut pandang yang lain dalam bentuk buku atau e–book.

Konsultan Pertanian

Lulusan Agroteknologi dapat menjadi seorang konsultan bidang pertanian. Tugasnya memberikan nasihat atau saran–saran di industri pertanian. Seorang Konsultan Pertanian harus bisa memberikan bimbingan terkait manajemen SDM dalam pertanian beserta pengelolaan keuangan. Konsultan pertanian akan membuat program unggulan pertanian terutama dalam dipersivikasi berbagai usaha tani. Dalam profesi ini, tak hanya wawasan kamu juga dituntut untuk memiliki komunkasi yang baik, dan mampu menjaga kerahasiaan klien. Tanggung jawab Konsultan Pertanian lainnya:

  • Mengawasi aktivitas seperti irigasi, pemakaian zat kimia, panen, pemerahan, pengembangbiakan, atau penilaian untuk meyakinkan ketetapan regulasi keamanan atau standar yang sudah ada.
  • Melaksanakan penelitian di bidang pertanian, Melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian di bidang pertanian.
  • Mengunjungi kelompok tani yang ada di wilayah kerja untuk melakukan advokasi, pembinaan, maupun penyuluhan.
  • Menawarkan solusi atas berbagai permasalahan mengenai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan pendapatan para petani di wilayah kerja.
  • Mengembangkan kelompok tani agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.
  • Menyusun berbagai kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian di bidang pertanian.
  • Mendukung pelaksanaan penelitian berkualitas di bidang pertanian yang meliputi bidang kesehatan, agro, lingkungan, dan industri.

Social Worker

Tak hanya lahan kian sempit, para petani desa umumnya makin terindividualisasi: bekerja sendiri-sendiri dan bersaing satu sama lain. Hanya dengan kemauan bekerjasama, membentuk kelompok tani atau koperasi, mereka bisa mencapai skala ekonomi usaha tani yang menguntungkan. Dengan cara itu pula mereka bisa bersama-sama menyewa mahal para profesional, termasuk manajer usaha pertanian sekalipun. Dalam membangun organisasi/koperasi, para pekerja sosial yang dibekali ilmu komunikasi, sosiologi dan antropologi bisa berperan. Peran mereka juga penting dalam penyebarluasakan praktek pertanian sehat (good agricultural practices).

Enterpreneur

Bisnis usaha tani membutuhkan keahlian pemasaran. Menghubungkan produsen dengan konsumen. Membuka pasar baru. Termasuk memanfaatkan internet dan media sosial dalam pemasaran produk pertanian. Kamu juga dapat menjadi pengusaha bisnis pada komoditas perkebunan, hortikultura, pangan, kehutanan, perbenihan, pestisida, usaha industri rumah tangga, pupuk dan sarana produksi pertanian. Selain itu banyak petani hanya menjual produk mentah yang murah. Padahal mereka bisa mendapat keuntungan lebih baik jika menjual produk pangan olahan. Di sini kamu dapat berperan sebagai inovator pangan dalam menciptakan keragaman produk pangan, . Menjadi Entrepreuner. Keterampilan yang dibutuhkan dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama: keterampilan teknis seperti menulis, mendengarkan, presentasi lisan, pengorganisasian, pembinaan, bekerja dalam tim, dan teknis mengetahui bagaimana (know-how), keterampilan manajemen usaha termasuk hal-hal dalam memulai, mengembangkan, dan mengelola perusahaan.

Keterampilan dalam membuat keputusan, pemasaran, manajemen, pembiayaan, akuntansi, produksi, kontrol, dan negosiasi juga sangat penting dalam membangun dan mengembangkan usaha baru. Keterampilan terakhir melibatkan keterampilan kewirausahaan. Beberapa keterampilan ini yang kemudian membedakan pengusaha dari manajer termasuk disiplin, pengambil risiko, inovatif, teguh, kepemimpinan visioner, dan yang berorientasi perubahan. Tanggung jawab profesi enterpreneur diantarnya:

  • Melihat peluang untuk memecahkan masalah. Karena seorang entrepreneur adalah seorang problem solver atau seseorang yang bisa memecahkan masalah. Ia melihat masalah sebagai demand, berarti ada permintaan.
  • Merencanakan jenis usaha yang akan ditekuni, mulai dari konsep penjualan, target pasar, perhitungan modal, hingga strategi pemasaran.
  • Mengawasi dan mengkoordinasikan bagian bisnis, keuangan, produksi, budget (supaya efisien dan maksimal) dalam usaha yang dijalankan
  • Mengatur pekerjaan pegawai dan melakukan review
  • Menjalankan kebijakan, tujuan, goal, serta prosedur yang ditetapkan perusahaan.
  • Merencanakan dan menjalankan aktivitas usaha yang butuh koordinasi berbagai pihak seperti promosi dan penjualan, serta menerapkan strategi marketing
  • Memantau supplier dan memastikan mereka bekerja dengan efisien dan efektif seperti yang dibutuhkan perusahaan
  • Mengevaluasi hasil penjualan, aktivitas usaha dan lainnya untuk mengukur pencapaian perusahaan Kemudian menganalisa bagian yang memerlukan pengurangan atau peningkatan budget.

Rekomendasi Kampus Dengan Jurusan Agroteknologi Terbaik

Perguruan Tinggi Negeri

– Universitas Jendral Soedirman

– Universitas Padjajaran

– Universitas Sebelas Maret

– Universitas Jember

– Universitas Riau

– Universitas Halu Oleo

Perguruan Tinggi Swasta

– Universtas Guna Darma

– Universitas Muhamadiyah Malang

– Universitas Islam Riau

– Institut Pertanian Stiper Yogyakarta

– Universitas Tribhuana Tungga Dewi

– Universitas Kristen Stya Wacana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *